Langsung ke konten utama

5 Rekomendasi Lagu k-pop ter-CANDU



 

 Terima kasih buat kita semua yang udah berusaha buat jadi manusia kuat, melewati hari hari berat sejauh ini, kita semua luar biasa pokoknya, semoga semakin bertambahnya usia, kita selalu hidup berdampingan dengan prinsip menjadi ‘manusia yang ngga pernah bosan untuk terus jadi lebih baik ya readers!’Amin,mudah mudahan.

Anyway, rada gak nyambung emang sama judul, tapi ngomongin musik yang juga udah mulai jadi ada kaitan erat nya sama kehidupan, bisalah di cocoklogiin sama kondisi yang lagi kita rasain sekarang, 

terkhusus, buat orang orang yang suka jurusan genre kpop ataupun non kpop jika memang mau mencoba mendengarkan,sangat nggak masalah, karena lagu lagu yang aku rekomendasiin dibawah ini mungkin saja cocok dengan selera yang kamu cari.

Sekali lagi, ini hanya berdasarkan apa yang aku rasa cocok di telinga aku, soalnya ketika denger list lagu dibawah ini bawaannya pengen diulang ulang terus gitu, ga tau kenapa sih  :) 

 

1. Park Jimin (Jamie) - Try

Salah satu soloist perempuan terbaik menurut aku sih ini kenapa gitu? Ya karena suaranya lembut bersih gak ngebosenin aja, apalagi dia ini pinter banget mainin harmonisasi. Gak salah sih kalau dia terpilih jadi juara Kpop Star season 1, dan debut duo (15&) bareng Baek Yerin di JYP Entertainment tahun 2012 lalu.

Sebenernya banyak dari lagu Jamie yang enak enak banget, tapi Try ini adalah yang favorit dan relate sekali, Mungkin seperti ini sedikit dari kutipan liriknya

“Ada masa-masa sulit bagi setiap orang, ragu ragu untuk bercerita, aku terus saja berfikir, meskipun semuanya keputus asaan dan kekhawatiran.. Aku mencoba untuk menguasai diri”

Enak serius, dengerin deh !



2. DAY6 - You Were Beautiful


 Tetaplah galau walau tidak ada yang menyakiti, begitulah kalimat yang sering di ucapkan para fans untuk julukan Day6 ini, emang enak sih lagu nya, bahkan yang non kpop aja banyak yang suka, meski gak tau apa arti dari liriknya. Kalau di dengar dari genre nya yang sad sih,emang vibesnya berasa jadi orang paling tersakiti sedunia banget.

“Terkadang aku memikirkanmu, berfikir untuk memanggilmu, Aku memikirkannya kembali, Sayang, aku tahu ini telah berakhir. Meskipun aku ingin, kau sudah menjadi bagian dari masalalu. Itu seperti film, aku tahu. 

Terakhir kali, caramu menatapku, 

caramu menatapku

Caramu mengatakan selamat tinggal

Segalanya, segalanya, semuanya padaku”



3. iKON - Wait For Me


Gak tau lagi sama iKON, kenapa semua lagunya gak ada yang gak pernah enak. Ini juaranya sih, enak banget, instrumennya, liriknya, nadanya sangat rapi, bahkan sekali denger mungkin bakal langsung jatuh cinta gitu aja. 

Apalagi kalau ternyata liriknya begini


“Kamu dan aku, kita berada dibawah langit yang sama. Tapi kita tidak bisa bertemu, tetapi percayalah padaku, aku akan kesana untukmu”

Lagunya sengaja di tulis B.I dan Bobby khusus untuk fans karena penundaan debut mereka sebagai iKON. 

Yuk dengerin



4. Seori - Dive With You (Feat. eaJ)


Jujur aku gak terlalu mengenal Seori sebelumnya, tapi soloist Korea satu ini ternyata punya karakter suara yang unik banget. Dari kolaborasinya sama eaJ alias Jae dari DAY6 ini aku sangat berterima kasih, karena Dive with you candu banget lagunya.


“Siang atau malam

Perjalanan yang bersinar atau mati

Akan pecah

Memelukmu

Jika kau berlari tanpa melihat ke belakang

Aku akan memberimu segalanya

Setiap haru adalah gambaran kamu dan aku”




5. Baek Yerin - Bye Bye My Blue


Mengapa aku cemburu dengan hal yang kamu miliki?

Menahan rapat segala sesuatu yang bahkan tidak bisa ku tangani

Apa dan seberapa besar lagi yang di lakukan agar aku jauh lebih baik?


Ini juga salah satu Soloist perempuan favorit aku di Korea, mantan temen duet nya Park Jimin alias Jamie. Suaranya jangan diragukan lagi.

Lagunya banyak yang bagus bagus banget. Loveee





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Betrayed | Shtblings

 Prolog Di usia senja, Ani kembali ke rumah tua itu, bukan untuk bernostalgia, melainkan untuk menyaksikan bagaimana warisan mengubah adiknya, Ikin, menjadi orang asing. Rumah itu berdiri dengan pongah, meski catnya mengelupas seperti kulit ari luka lama yang belum sembuh.  Di balik jendela-jendela yang berderit, bayangan masa lalu menari-nari, membawa serta kenangan pahit dan manis yang kini terasa seperti mimpi buruk.  Ani, dengan rambutnya yang sudah memutih bagai kapas di ladang yang ditinggalkan, menatap Ikin dengan tatapan kecewa.  Dulu, mereka adalah saudara yang saling melindungi di bawah langit desa yang sama. Sekarang, Ikin berdiri di hadapannya, matanya berkilat bagai koin emas di dasar sumur yang gelap, menggandeng istrinya yang licik, Titi, yang selalu berbisik tentang harta dan kekuasaan seperti ular yang merayu mangsanya.   Wasiat Duni adalah bom waktu yang meledak di tengah keluarga mereka, serpihannya menghambur ke segala arah, melukai hati yang...

Puisi || Rindu Di ujung Hening

  Ibu, di mana kau kini bersemayam? Di antara bintang yang bersinar di malam? Kehadiranmu, meski tak lagi di sisi, masih terasa hangat dalam sunyi ini. Aku merindukan sentuh lembut tanganmu, aroma kasih yang melekat dalam setiap peluk. Kini hanya ada hening yang menemani, namun cintamu abadi, takkan pernah pergi. Wajahmu terlukis di balik mataku terpejam, doamu masih terdengar dalam hati yang diam. Ibu, meski kita kini berbeda alam, rindu ini tak lekang, tak pernah padam. Setiap doa kupanjatkan untukmu, agar damai menyelimutimu selalu. Ibu, bintang paling terang di langit malam, kau hidup di sini, di dalam setiap hembusan napas yang tenang.

[DRABLLE] TEARS | JAE

Tittle - TEARS Cast -  JAE/ Sannia (AU) Genre -  Sad/Romance(?) Summary- “Kalau kamu mau nangis, menangislah. Kamu boleh nangis, kalau kamu mau teriak, lakukanlah! Tapi jangan menyakiti diri sendiri. Pukul saja bantal atau apa saja. Apapun yang kamu rasakan sekarang ini, aku mau kamu luangin waktu untuk mengidentifikasi emosi itu, apapun yang kamu rasakan, sesuatu yang kamu coba lakukan berharap itu menjadi lebih membuatmu baik” (Jae) Tetesan air bening itu kian tak mudah untuk di bendung, isi kepala yang terus terngiang, mengurungkan niatnya agar berhenti, suara halus itu juga berubah serak dan habis seiring mencetuskan kalimat “Maafkan aku” Tubuh tegap tinggi yang sudah menyanggah sebuah pelukan untuk menenangkan tampaknya sedikit melegakan. Puncak kepala yang sedang terlindungi kain hitam pada setengah rambutnya, Jae elus lembut. “Aku mengerti, tak apa, aku akan menguatkanmu disini!”Imbuh Jae “Aku bahkan belum sempat mengatakan bahwa aku sangat mencintainya”   Ia menun...