Langsung ke konten utama

Fanfiction

 



Tittle : CURAM


Cast : Dowoon/ Diana

Sungjin/Wonpil/Younghyun/Jaehyung


Genre : friendship/Ambyar


Chapter 2



Happy reading



“Aku mengerti kenapa kau begitu antusias sekali mengajak kami makan di restaurant ini” Wonpil menyahut sembari menepuk-nepuk iba punggungku. 

“Itu sebuah perasaan wajar, aku juga pernah begitu kok,jadi tidak apa apa” Beda dari yang lain, ucapan Yonghyun memang selalu menjadi self healing terbaik untukku. Pria ini pun memengedipkan sebelah matanya begitu selesai bercakap.

“Ku pikir itulah sebabnya mengapa acara makan malam kemarin gagal” Jaehyung sesumbar dengan raut wajah masih meledek.

“Dowoon-ah maafkan aku, karena aku sudah terlalu memaksamu akhir akhir ini”Gurau Sungjin.


Menyaksikan itu, aku hanya dibuat tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi menyesal Sungjin. Lucu? Entahlah anggap saja begitu.

Bukan hal yang rahasia lagi bagi orang orang ini, setelah keputusanku mengakhiri hubungan istimewa dengan gadis bernama Diana tersebut. Hubungan yang sudah terjalin hampir 3 tahun lamanya itu harus kandas karena sebuah perbedaan keyakinan,

Adalah masa dimana kondisi ter-rapuhku sepanjang sejarah perjalanan asmaraku selama 26 tahun ini, menjadikan beberapa kegiatan pentingku harus terhambat karenanya. 

Seperti kuliah hingga aktivitas band yang sedang aku geluti, memiliki jadwal manggung cukup padat mendekati akhir tahun ini ‘katakanlah’ tur konser dari kafe ke kafe terpaksa harus dibatalkan serentak. Semua dilakukan demi memulihkan kesehatan fisik dan juga mentalku.

Sebagai anggota sekaligus teman terdekatku, mereka cenderung santai dan dewasa namun tetap saling peduli satu sama lain, seperti halnya dalam menyikapi kasusku.

Band yang memiliki nama DAY6 ini sudah berdiri sejak aku masuk kuliah semester pertama, namanya pelahan naik seiring kami tampil dan membludak sedikit banyaknya DAY6 menerima tawaran masuk kepada Hiya, dia adalah manager sekaligus pacar Sungjin. 

Hiya tidak hanya bertindak sebagai manager, gadis yang sedang menempuh pendidikan semester akhirnya di salah satu universitas swasta jurusan komunikasi itu, merupakan salah satu orang paling berpengaruh atas berjalannya band ini, berkat kemampuan berbicara juga faktor lingkungan pertemanana luas yang ia miliki, adalah kesempatan baik yang ia manfaatkan demi membantu mempromosikan kegiatan sang pacar.


Bahkan untuk sekelas acara pensi dibeberapa sekolah ternama kota ini, sampai acara wedding untuk kalangan masyarakat umum maupun pejabat daerah memilih konsep selera musik kami adalah pilihan tepat dan mereka lumayan meminatinya. 

Suatu kehormatan besar tentunya bagiku, setelah melewati hari hari berharga ini, terlebih dengan semua anggota, yang telah jauh lebih bekerja keras dariku, rasanya semua terbayarkan sudah, berkat antusiasme respon positif yang kita peroleh dari para penonton, aku sangat berterima kasih.


Tapi aku sangat menyesal setelah kasus yang menimpaku, aku merasa, apa yang telah aku torehkan kepada band ini adalah sebuah tamparan keras, jadi aku memilih pergi sebentar untuk beristirahat lalu kembali dengan satu keputusan mendadak yang mungkin, akan membuat mereka melongo tak percaya, yaitu mengenai pemberhentian aku dari semua kegiatan ngeband ini 


“Kalau kau butuh waktu lebih lama untuk beristirahat , lakukanlah, tapi tidak dengan pergi dari tim ini. Kau tau, kau adalah alasan mengapa tim ini berdiri Dowoon-ah!” Kiranya begitulah ucapan dari sang pemimpin Sungjin ketika menolak keputusanku.

“Aku juga tidak akan manggung,tanpa seorang drummer dalam tim kita” Jaehyung adalah anggota tertua yang bertipe kepribadian setengah dewasa setengah kekanakkan. Meski terkadang suka bertingkah konyol di depan kita, nyatanya ia adalah seseorang yang mempunyai sikap solidaritas cukup tinggi.


“Aku juga” Yonghyun sekilas mungkin terdengar hanya ikut ikutan saja, bahkan untuk situasi serius seperti ini ia masih jago bertingkah sok santai.


“Sejauh ini kita telah banyak menghabiskan energi untuk latihan dan juga untuk manggung. Tawaran masuk setiap hari membuat kita hanya fokus pada satu hal, tidak ada salah nya sesekali menolak dan berhenti sebentar, kita tahu, semakin kesini penampilan kita menjadi tidak terlalu bagus kan? Dowoon-ah kau tidak perlu keluar, kita akan menemani masa penyembuhanmu sampai semua itu cukup bagimu” Wonpil tampaknya tidak mau kalah menyuarakan pendapatnya, sosok idealis dalam tim yang mendambakan kesempurnaan. Aku terharu.


“Well, kau akan bagaimana sekarang Dowoon? masih bersikeras dengan keputusan itu?”  Hiya seolah mempertebal kebimbangan yang sedang memutar dikepalaku.


Entahlah, aku masih belum bisa berkata apapun sekarang selain hanya tertunduk menyesal, pikiranku pun terus berputar pada hal ‘tentang betapa besar dampak dari semua yang telah terjadi karena masalah pribadiku’ 


“Tak apa, jangan terlalu serius, kembalilah setelah semua merasa lebih baik” Kata Sungjin sekali lagi.


“Aku sangat menyesal, maafkan aku Hyeong!” Ya, selain itu tidak ada lagi kalimat apapun yang cocok untukku pantas utarakan.


•••


Selama setahun berlalu bertambah menjadi dua tahun yang lalu rasanya begitu cepat, kita sungguh tidak melakukan kegiatan promosi band lagi, tidak seperti band kebanyakan yang benar benar dibentuk secara serius, sementara band kita hanya berdalih asal mau karena memang pada dasarnya cuma iseng saja, ditengah kegiatan bolak balik kampus yang kosong mengisi dengan musik adalah refreshing terbaik sabdaku dulu.

Tapi setelah kupikir pikir lagi, kita akhirnya menjadi begitu serius tentang keisengan ini, melalui sejumlah tawaran yang masuk untuk tampil dengan lirik lagu yang begitu relate tentang kehidupan, seolah mempertegas bahwa ini adalah kesempatan bagus untuk kita berekspresi,

Nyatanya semua itu telah sirna dan aku hanya tiba tiba menjadi sangat rindu tentang bagaimana bersemangatnya waktu itu, menyaksikan semua orang menikmati penampilan kami. Apakah masih ada kesempatan? Setelah apa yang pernah aku perbuat terhadap band ku? Aku benar benar tidak tahu malu.


Sungjin, Jaehyung, Wonpil dan Yonghyun telah lulus dan mendapatkan pekerjaan lebih cepat dariku, terkadang untuk beberapa kali mereka datang dan sekadar menginap di apartemenku. Apalagi selain demi melampiaskan masalah cek cok dengan sang pacar dan juga stress karena masalah pekerjaan dikantor, bermain game cukup mengasyikan.


“Kau sudah mencoba untuk menghubungi teman Hiya yang namanya Jina itu?” Sungjin menyahut setelah game sepak bola babak pertama mereka berakhir.

“Masih belum, mungkin kelak!”

“Kenapa? Cobalah, dia lumayan cantik”

“Aku tidak tau seperti apa cara untuk memulainya, hyeong!”

“Bagaimana kalau kita melakukan kencan ganda?” Tawar Sungjin


Sontak saja, ketiga pria yang berada disekitar antara aku dan Sungjin itu tertawa hebat. Mereka mungkin fokus dengan ponselnya tapi masih dengan mengamati bagaimana kami saling melempar obrolan satu sama lain.


“Dowoon kau tidak boleh menolaknya, kau harus pergi besok sebelum gadis itu jatuh ke dalam pelukan Yonghyun” Kata Wonpil seolah mendukung.

“HAHA” Jaehyung cuma mengandalkan tawanya yang renyah khas itu.

“Kalau aku yang ditawari, serius aku tidak akan menolak sih” Tutur Yonghyun.

“Bagaimana? kau tertarik?” Sungjin menegaskan sekali lagi.

“Ayo, kupikir aku harus melakukanya!”

“Baiklah, aku akan segera menghubungi Hiya, setelah dia selesai dengan pekerjaannya”

“Kau lebih antusias daripada aku ya hyeong, haha!”

“Dia seperti orang tua jaman dahulu yang suka menjodoh-jodohkan orang” Tutur Yonghyun

“Dan Dowoon begitu mudah terbujuk rayu orang tua satu ini” Jaehyung menambahkan

“Sepertinya Dowoon benar benar tidak ingin jika gadis itu sampai jatuh ke dalam pelukan Yonghyun, haha” Wonpil kini meledekku senang.

“Lagipula Jina tidak memiliki ketertarikan khusus pada Yonghyun”

“Gadis itu akan segera menyesali keputusannya”

“HAHA” Lagi, Jaehyung melepaskan tawanya.

“Hiya bilang, dia sering menonton video kita saat masa masa latihan band dikanal Youtube kita, Dan gadis itu langsung terpesona pada Dowoon. Begitu tahu Dowoon masih jomblo dia amat kegirangan”

“Serius, hyeong? Haha”

“Eoh”

“Bicara soal band, aku jadi rindu ngeband lagi deh!” Kata Jaehyung.


Bukan hanya kau, sejujurnya aku juga sangat merindukan kegiatan itu, aku ingin kembali tapi apakah masih mungkin setelah begitu lama vakum?


“Apakah masih bisa?” Tanyaku

“Tentu saja, kebetulan aku sudah menulis banyak lagu untuk penampilan kita nanti” Jawab Yonghyun.

“Woah, ayo lakukan lagi”

“Come on!”

“Kapan bisa latihan? Besok?” Wonpil mencoba menyusun rencana.

“Aku ada tugas ke luar kota seharian full, sayang sekali”Sesal Yonghyun sembari mengkrucutkan bibirnya.

“Hari pertunanganku juga semakin dekat, aku harus menemani pacarku mencarikan gaun yang pas” Ujar Jaehyung.

“Kurasa ini tidak akan berhasil” 


TBC-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Betrayed | Shtblings

 Prolog Di usia senja, Ani kembali ke rumah tua itu, bukan untuk bernostalgia, melainkan untuk menyaksikan bagaimana warisan mengubah adiknya, Ikin, menjadi orang asing. Rumah itu berdiri dengan pongah, meski catnya mengelupas seperti kulit ari luka lama yang belum sembuh.  Di balik jendela-jendela yang berderit, bayangan masa lalu menari-nari, membawa serta kenangan pahit dan manis yang kini terasa seperti mimpi buruk.  Ani, dengan rambutnya yang sudah memutih bagai kapas di ladang yang ditinggalkan, menatap Ikin dengan tatapan kecewa.  Dulu, mereka adalah saudara yang saling melindungi di bawah langit desa yang sama. Sekarang, Ikin berdiri di hadapannya, matanya berkilat bagai koin emas di dasar sumur yang gelap, menggandeng istrinya yang licik, Titi, yang selalu berbisik tentang harta dan kekuasaan seperti ular yang merayu mangsanya.   Wasiat Duni adalah bom waktu yang meledak di tengah keluarga mereka, serpihannya menghambur ke segala arah, melukai hati yang...

Puisi || Rindu Di ujung Hening

  Ibu, di mana kau kini bersemayam? Di antara bintang yang bersinar di malam? Kehadiranmu, meski tak lagi di sisi, masih terasa hangat dalam sunyi ini. Aku merindukan sentuh lembut tanganmu, aroma kasih yang melekat dalam setiap peluk. Kini hanya ada hening yang menemani, namun cintamu abadi, takkan pernah pergi. Wajahmu terlukis di balik mataku terpejam, doamu masih terdengar dalam hati yang diam. Ibu, meski kita kini berbeda alam, rindu ini tak lekang, tak pernah padam. Setiap doa kupanjatkan untukmu, agar damai menyelimutimu selalu. Ibu, bintang paling terang di langit malam, kau hidup di sini, di dalam setiap hembusan napas yang tenang.

[DRABLLE] TEARS | JAE

Tittle - TEARS Cast -  JAE/ Sannia (AU) Genre -  Sad/Romance(?) Summary- “Kalau kamu mau nangis, menangislah. Kamu boleh nangis, kalau kamu mau teriak, lakukanlah! Tapi jangan menyakiti diri sendiri. Pukul saja bantal atau apa saja. Apapun yang kamu rasakan sekarang ini, aku mau kamu luangin waktu untuk mengidentifikasi emosi itu, apapun yang kamu rasakan, sesuatu yang kamu coba lakukan berharap itu menjadi lebih membuatmu baik” (Jae) Tetesan air bening itu kian tak mudah untuk di bendung, isi kepala yang terus terngiang, mengurungkan niatnya agar berhenti, suara halus itu juga berubah serak dan habis seiring mencetuskan kalimat “Maafkan aku” Tubuh tegap tinggi yang sudah menyanggah sebuah pelukan untuk menenangkan tampaknya sedikit melegakan. Puncak kepala yang sedang terlindungi kain hitam pada setengah rambutnya, Jae elus lembut. “Aku mengerti, tak apa, aku akan menguatkanmu disini!”Imbuh Jae “Aku bahkan belum sempat mengatakan bahwa aku sangat mencintainya”   Ia menun...