Langsung ke konten utama

REKOMENDASI LAGU KPOP🎧


Dowoon – Out of the Blue (Duet with Song Heejin) Lirik Terjemahan





Mundeuk gireul geotdaga tteooreun saenggk

Eonjebuteo naneun naega doen geolkka

Han sone deullyeo inneun matdo moreuneun keopiga
Ilsangi doen oneul

Tto mundeuk cheoeumeuro masyeo bon maekjuga saenggagi na
Ttagaun mogeul maemanjimyeo
Tteoollyeo geu sasohan gamjeongdeul hanahana da
Manyage na geuttaero dasi doragandamyeon eotteolkka
Challaui mam, seontaegui gire tto seol su inna

Jinaon sigandeureun chagokchagok moyeo
Jigeumui nareul mandeureotgo ijen boyeo
Hangeoreum hangeoreum naedidyeotdeon na

Sum gappeudorok georeoon gil wi
Gadeuki chaeun baljagungmankeum
Nareul jinachyeo gan sumaneun sungandeul
Hana dul cheoncheonhi tteoollidaga
Oh mundeuk yeah geureon saenggagi nan deureosseo

Gureum arae tteoganeun kkotgaru ganne
Saenggageun jakkujakku beonjyeoman gane
Eodiseo tteooreulji eodie dochakalji
Amudo moreugetji

A geuttaen wae geuraetji haneun changpihan il
Jigeum bomyeon amugeotdo aninde wae
Geurido adeungbadeung beoseonaryeogo haesseulkka

Manyage na geuttaero dasi doragandamyeon eotteolkka
Challaui mam, seontaegui gire tto seol su inna
Jinaon sigandeureun chagokchagok moyeo
Jigeumui nareul mandeureotgo ijen boyeo
Hangeoreum hangeoreum naedidyeotdeon na

Sum gappeudorok georeoon gil wi
Gadeuki chaeun baljagungmankeum
Nareul jinachyeo gan sumaneun sungandeul
Hana dul cheoncheonhi tteoollidaga
Oh mundeuk yeah geureon saenggagi nan deureosseo

It’s gonna be alright
Jogeum neuryeodo gwaenchana

Mundeuk gireul geotdaga tteooreun saenggak
Eonjebuteo naneun naega doen geolkka
Eonje i girui kkeute dadareuge doelkka
Amado moreugetji
Tto mundeuk


Dowoon (Out Of The Blue) With Song HeeJin Lirik Terjemahan


Saat kuberjalan terlintas di benakku,
Sejak kapan aku menjadi diriku sendiri?
Entahlah seperti apa rasa secangkir kopi ini di tanganku
Tapi kini ku telah terbiasa begitu

Kuteringat saat pertama kuminum bir
Tenggorokan terasa nyeri,
Semua emosi kecil melesat kembali
Andaikan kudapat kembali ke masa-masa itu?
Sanggupkah kuhadapi pilihan-pilihan itu?

Saat-saat yang kuhabiskan semua dalam diri
Dan kulihat itu telah membuat menjadi diriku saat ini
Selangkah demi selangkah kujalani

Dengan terengah kutapaki jalan ini
Yang penuh dengan langkah jejak kaki
Begitu banyak kenangan telah berlalu
Perlahan kuingat kembali satu per satu
Oh, tiba-tiba, ya itulah yang terlintas di pikiranku

Seperti daun-daun bunga melayang di bawah awan
Dari satu kenangan ke lain kenangan
Dari mana bermula, hingga ke mana itu akan menuju
Tak seorang pun tahu

Saat-saat memalukan yang memberiku penyesalan
Namun tak penting lagi bila kutengok kembali
Mengapa aku mesti menghindarinya?
Andaikan kudapat kembali ke masa-masa itu?

Sanggupkah kuhadapi pilihan-pilihan itu?
Saat-saat yang kuhabiskan semua dalam diriku
dan kulihat itu telah membuat menjadi diriku saat ini
Selangkah demi selangkah kujalani

Dengan terengah kutapaki jalan ini
Yang penuh dengan langkah jejak kaki
Begitu banyak kenangan telah berlalu
Perlahan kuingat kembali satu per satu
Oh, tiba-tiba, ya itulah yang terlintas di pikiranku

Semua kan baik-baik saja
Tak masalah santai saja

Saat kuberjalan terlintas di benakku,
Sejak kapan kumenjadi diriku?
Kapan kan kucapai ujung jalan ini?
Tak seorang pun tahu
Tapi tiba-tiba




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Betrayed | Shtblings

 Prolog Di usia senja, Ani kembali ke rumah tua itu, bukan untuk bernostalgia, melainkan untuk menyaksikan bagaimana warisan mengubah adiknya, Ikin, menjadi orang asing. Rumah itu berdiri dengan pongah, meski catnya mengelupas seperti kulit ari luka lama yang belum sembuh.  Di balik jendela-jendela yang berderit, bayangan masa lalu menari-nari, membawa serta kenangan pahit dan manis yang kini terasa seperti mimpi buruk.  Ani, dengan rambutnya yang sudah memutih bagai kapas di ladang yang ditinggalkan, menatap Ikin dengan tatapan kecewa.  Dulu, mereka adalah saudara yang saling melindungi di bawah langit desa yang sama. Sekarang, Ikin berdiri di hadapannya, matanya berkilat bagai koin emas di dasar sumur yang gelap, menggandeng istrinya yang licik, Titi, yang selalu berbisik tentang harta dan kekuasaan seperti ular yang merayu mangsanya.   Wasiat Duni adalah bom waktu yang meledak di tengah keluarga mereka, serpihannya menghambur ke segala arah, melukai hati yang...

Puisi || Rindu Di ujung Hening

  Ibu, di mana kau kini bersemayam? Di antara bintang yang bersinar di malam? Kehadiranmu, meski tak lagi di sisi, masih terasa hangat dalam sunyi ini. Aku merindukan sentuh lembut tanganmu, aroma kasih yang melekat dalam setiap peluk. Kini hanya ada hening yang menemani, namun cintamu abadi, takkan pernah pergi. Wajahmu terlukis di balik mataku terpejam, doamu masih terdengar dalam hati yang diam. Ibu, meski kita kini berbeda alam, rindu ini tak lekang, tak pernah padam. Setiap doa kupanjatkan untukmu, agar damai menyelimutimu selalu. Ibu, bintang paling terang di langit malam, kau hidup di sini, di dalam setiap hembusan napas yang tenang.

[DRABLLE] TEARS | JAE

Tittle - TEARS Cast -  JAE/ Sannia (AU) Genre -  Sad/Romance(?) Summary- “Kalau kamu mau nangis, menangislah. Kamu boleh nangis, kalau kamu mau teriak, lakukanlah! Tapi jangan menyakiti diri sendiri. Pukul saja bantal atau apa saja. Apapun yang kamu rasakan sekarang ini, aku mau kamu luangin waktu untuk mengidentifikasi emosi itu, apapun yang kamu rasakan, sesuatu yang kamu coba lakukan berharap itu menjadi lebih membuatmu baik” (Jae) Tetesan air bening itu kian tak mudah untuk di bendung, isi kepala yang terus terngiang, mengurungkan niatnya agar berhenti, suara halus itu juga berubah serak dan habis seiring mencetuskan kalimat “Maafkan aku” Tubuh tegap tinggi yang sudah menyanggah sebuah pelukan untuk menenangkan tampaknya sedikit melegakan. Puncak kepala yang sedang terlindungi kain hitam pada setengah rambutnya, Jae elus lembut. “Aku mengerti, tak apa, aku akan menguatkanmu disini!”Imbuh Jae “Aku bahkan belum sempat mengatakan bahwa aku sangat mencintainya”   Ia menun...