Langsung ke konten utama

REKOMENDASI LAGU KPOP🎧



Lirik lagu Baek Yerin - Bye Bye My Blue ( Romanization + Terjemahan)





nan wae niga gajin geotdeureul bureowohaneun geolkka
Mengapa aku cemburu dengan hal yang kamu miliki?

gamdanghajido mothal geotdeureul sone kkok jwigoseo
Menahan rapat segala sesuatu yang bahkan tidak bisa ku tangani

yeogiseo mueol eolmankeum deo naajigopeun geolkka
Apa dan seberapa besar lagi yang dilakukan agar aku jauh lebih baik?

neodo ttokgateun geo da aneunde
Aku tahu kamu sama saja,

naega igijeogin geolkka
apakah aku seseorang yang egois?

manhi gajyeodo nan ajik neo gatjin anha
Aku tertarik padamu tapi aku tidak sepertimu

apeun gieokdeul wiro maeil honja georeo nan
Aku berjalan di atas kenangan yang menyakitkan sendirian setiap hari

apeulgeol arado jakku maeumi gana bwa
Aku tahu itu sakit, tapi hatiku tetap ada di sana

geuraeseo jakku nege yoksimeul naena bwa
Mungkin karena itulah aku terus semakin serakah bagimu

naui naui naui geudaeyeo
Sayangku

ireumman bulleobwado mami beokchayo
Memanggil namamu saja membuat hatiku kewalahan

nan deouk deouk deouk keuge doeeo
Aku ingin menjadi lebih dewasa

neol gadeuk ango sipgo geuraeyo
Sehingga aku bisa memelukmu erat

hago sipeun mareul haneun ge buranhaeseo
Mengatakan apa yang kuinginkan membuatku gugup

neoreul mireonaegoseo bulpyeonhage mandeureo
Sehingga aku menepismu dan membuatmu tidak nyaman

deutgo sipeun mari neomuna manheundedo
Ada begitu banyak yang ingin ku dengar

barajireul mothago maeum apeuge gidaryeo
Tapi aku tidak bisa mengharapkannya dan aku bersusah payah menunggu

naui naui naui geudaeyeo
Sayangku

ireumman bulleobwado mami beokchayo
Memanggil namamu saja membuat hatiku kewalahan

nan deouk deouk deouk keuge doeeo
Aku ingin menjadi lebih dewasa

neol gadeuk ango sipgo geuraeyo
Sehingga aku bisa memelukmu erat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Betrayed | Shtblings

 Prolog Di usia senja, Ani kembali ke rumah tua itu, bukan untuk bernostalgia, melainkan untuk menyaksikan bagaimana warisan mengubah adiknya, Ikin, menjadi orang asing. Rumah itu berdiri dengan pongah, meski catnya mengelupas seperti kulit ari luka lama yang belum sembuh.  Di balik jendela-jendela yang berderit, bayangan masa lalu menari-nari, membawa serta kenangan pahit dan manis yang kini terasa seperti mimpi buruk.  Ani, dengan rambutnya yang sudah memutih bagai kapas di ladang yang ditinggalkan, menatap Ikin dengan tatapan kecewa.  Dulu, mereka adalah saudara yang saling melindungi di bawah langit desa yang sama. Sekarang, Ikin berdiri di hadapannya, matanya berkilat bagai koin emas di dasar sumur yang gelap, menggandeng istrinya yang licik, Titi, yang selalu berbisik tentang harta dan kekuasaan seperti ular yang merayu mangsanya.   Wasiat Duni adalah bom waktu yang meledak di tengah keluarga mereka, serpihannya menghambur ke segala arah, melukai hati yang...

Puisi || Rindu Di ujung Hening

  Ibu, di mana kau kini bersemayam? Di antara bintang yang bersinar di malam? Kehadiranmu, meski tak lagi di sisi, masih terasa hangat dalam sunyi ini. Aku merindukan sentuh lembut tanganmu, aroma kasih yang melekat dalam setiap peluk. Kini hanya ada hening yang menemani, namun cintamu abadi, takkan pernah pergi. Wajahmu terlukis di balik mataku terpejam, doamu masih terdengar dalam hati yang diam. Ibu, meski kita kini berbeda alam, rindu ini tak lekang, tak pernah padam. Setiap doa kupanjatkan untukmu, agar damai menyelimutimu selalu. Ibu, bintang paling terang di langit malam, kau hidup di sini, di dalam setiap hembusan napas yang tenang.

DEAR [Prolog]

“Katakanlah sesuatu, sebelum aku mengakhiri hidupnya hari ini” Pria berbadan besar, dengan percaya diri mengerahkan senjata pistol kearah kepala seorang pria muda berseragam sekolah yang tubuhnya telah terkapar lemah, akibat pukulan demi pukulan keras dari para pria jahat suruhan seseorang.  “Kumohon,  “—jangan lakukan itu!” Jawab gadis tersebut, dengan seluruh anggota tubuh yang terikat tali. “Kau telah membuang banyak waktuku, jadi kurasa sudah saatnya aku pulang kerumah..” “Lepaskan dia, dan bunuh saja aku!” Senjata itu kembali di fokuskan. Sambil tersenyum menyeringai ia sekali lagi. “Lakukanlah seperti yang aku inginkan, jika kau tidak ingin kehilangan anak ini, bukankah itu mudah!” Gadis itu terdiam sebentar sambil merengut kesal, terlihat dari wajahnya kalau ia sedang dibuat kebingungan juga ketakutan. “Aku tidak memberimu waktu untuk berfikir soal itu, jika kau tidak ingin melakukannya juga tidak apa apa. Itu pilihanmu”  Sedikit lagi saja, senjata itu di tekan, ha...