Langsung ke konten utama

MELAKUKAN VLIVE HANYA AUDIO DOWOON MALU SETELAH MENCUKUR RAMBUTNYA 😭

 



My day, sebutan untuk nama fans Grup band populer asal Korea Selatan besutan JYP Entertainment, DAY6 hari ini harus kembali di terpa sebuah kegalauan, mengenai keberangkatan Sang maknae Dowoon yang berposisi sebagai drummer itu,

pada hari ini tampaknya ia telah mendaftarkan lebih cepat jadwal tugas wajib militernya, Menyusul sang Leader Sungjin, dan juga Bass line Kang Younghyun alias Young K.

Katanya sih dia pengin bisa cepat kumpul bareng member dan tidak mau membuat fans terlalu lama menunggu demi memanjakan kuping MyDay oleh lagu lagu hits ciptaan mereka yang terkenal ambyar itu.


Beda dari Young K Hyung, yang lebih memamerkan kepala botaknya kepada para fans meski dengan malu-malu. Dowoon justru insecure dan memilih hanya melakukan siaran audio special melalui Vlive,sebelum keberangkatannya kepada MyDay. 

Dia bilang, dia hanya akan melakukan siaran dengan audio saja, karena dia malu setelah mencukur rambutnya. Iya, terserah kamu aja ya Doun, gimana enaknya kamu aja, yakan.

Oh ya, tidak hanya sampai disitu, melalui platfrom twitter seorang fans banyak menggaungkan kesedihannya kepada cowok kiyowo bersuara ngebass itu, namun ada juga yang merasa terharu karena akhirnya mendapatkan reaksi dari keluarga Dowoon tentang kepergian sang drummer. 

Jadi seperti ini detailnya. 

Dikutip dari tweet akun milik @nanndd

Papa Dowoon “Anakku Dowoon, semoga sehat terus di dalam militer, kembali dengan keadaan yang sehat juga

Mama Dowoon “Makasih udah bantuin Dowoon tumbuh besar, sampe pergi wamil, makasih udah selalu dukung Dowoon, sehat selalu semuanya”


Kakak (Noona) Dowoon “Akhirnya Dowoon pergi wamil di umur28, sehat terus ya adek”


Gimana MyDay, jangan terlalu lama bersad sad ria ya, perjalanan bab kesedihan kita masih berlaku untuk Wonpil yang masih sedang melakukan kegiatan promosi drama nya.

 Apakah dia juga akan mempercepat jadwal wamilnya seperti Dowoon atau mungkin tidak? Kita tunggu aja ya, ets jangan lupa nonton drama nya ya! 

Untuk Dowoon, jaga kesehatan dan kembali dalam keadaan sehat juga ya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Betrayed | Shtblings

 Prolog Di usia senja, Ani kembali ke rumah tua itu, bukan untuk bernostalgia, melainkan untuk menyaksikan bagaimana warisan mengubah adiknya, Ikin, menjadi orang asing. Rumah itu berdiri dengan pongah, meski catnya mengelupas seperti kulit ari luka lama yang belum sembuh.  Di balik jendela-jendela yang berderit, bayangan masa lalu menari-nari, membawa serta kenangan pahit dan manis yang kini terasa seperti mimpi buruk.  Ani, dengan rambutnya yang sudah memutih bagai kapas di ladang yang ditinggalkan, menatap Ikin dengan tatapan kecewa.  Dulu, mereka adalah saudara yang saling melindungi di bawah langit desa yang sama. Sekarang, Ikin berdiri di hadapannya, matanya berkilat bagai koin emas di dasar sumur yang gelap, menggandeng istrinya yang licik, Titi, yang selalu berbisik tentang harta dan kekuasaan seperti ular yang merayu mangsanya.   Wasiat Duni adalah bom waktu yang meledak di tengah keluarga mereka, serpihannya menghambur ke segala arah, melukai hati yang...

Puisi || Rindu Di ujung Hening

  Ibu, di mana kau kini bersemayam? Di antara bintang yang bersinar di malam? Kehadiranmu, meski tak lagi di sisi, masih terasa hangat dalam sunyi ini. Aku merindukan sentuh lembut tanganmu, aroma kasih yang melekat dalam setiap peluk. Kini hanya ada hening yang menemani, namun cintamu abadi, takkan pernah pergi. Wajahmu terlukis di balik mataku terpejam, doamu masih terdengar dalam hati yang diam. Ibu, meski kita kini berbeda alam, rindu ini tak lekang, tak pernah padam. Setiap doa kupanjatkan untukmu, agar damai menyelimutimu selalu. Ibu, bintang paling terang di langit malam, kau hidup di sini, di dalam setiap hembusan napas yang tenang.

DEAR [Prolog]

“Katakanlah sesuatu, sebelum aku mengakhiri hidupnya hari ini” Pria berbadan besar, dengan percaya diri mengerahkan senjata pistol kearah kepala seorang pria muda berseragam sekolah yang tubuhnya telah terkapar lemah, akibat pukulan demi pukulan keras dari para pria jahat suruhan seseorang.  “Kumohon,  “—jangan lakukan itu!” Jawab gadis tersebut, dengan seluruh anggota tubuh yang terikat tali. “Kau telah membuang banyak waktuku, jadi kurasa sudah saatnya aku pulang kerumah..” “Lepaskan dia, dan bunuh saja aku!” Senjata itu kembali di fokuskan. Sambil tersenyum menyeringai ia sekali lagi. “Lakukanlah seperti yang aku inginkan, jika kau tidak ingin kehilangan anak ini, bukankah itu mudah!” Gadis itu terdiam sebentar sambil merengut kesal, terlihat dari wajahnya kalau ia sedang dibuat kebingungan juga ketakutan. “Aku tidak memberimu waktu untuk berfikir soal itu, jika kau tidak ingin melakukannya juga tidak apa apa. Itu pilihanmu”  Sedikit lagi saja, senjata itu di tekan, ha...