Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2023

DEAR || Part.3

“Gimana?” “Aku lulus seleksi” Kata Jane, kepada seorang pria bersuara berat melalui telepon selulernya. “Jangan bercanda!” “Aku serius!!” “Perlukah kita membuatkan pesta untukmu?”  “Tidak usah, aku tidak membutuhkannya!” “Baiklah, Oh ya, aku akan pergi ke lapas besok” Tiba tiba wajah sumringah Jane berubah jemu. “Tidak ada yang ingin kamu sampaikan untuk kakakmu?” Pria itu melanjutkan lagi kalimatnya yang terpotong. “Tidak ada,  aku sedang di halte sekarang. Busnya sudah tiba. Aku tutup telpon nya ya!” “O— itu.. “ Belum sempat pria di telpon itu menyerukan sesuatu, Jane lebih cepat menutup sambungannya begitu sang Bus datang. Hujan turun dengan deras secara tiba tiba, diluar predikisi  tanpa mengajak runding dulu, untung saja Jane sudah sampai di dalam Bus. Gadis itu memilih duduk di bangku pojok paling belakang dekat jendela, sebuah kebiasaan yang ia lakukan ketika masih berseragam SMA.   Dengan earphone yang ia pasangkan pada kedua belah telinga yang sedang m...

DEAR || Part. 2

      Singkat saja, pertemuannya sederhana tetapi terasa sangat tidak nyata. Berkat Jae, Jane tiba dengan waktu yang tidak sesuai perkiraan, sekitar 15 menit sebelum interview itu berlangsung. Sebelum turun dari dalam mobil, wajah Jane kelihatan begitu gugup dan kedua tangannya pun tiba tiba mendingin.  Jae yang saat itu menyadarinya, lantas menyalurkan sebuah genggaman sebagai bentuk tanda memberikan gadis ini dukungan. Tapi Jane lagi lagi, langsung menepis tangan Jae tanpa ragu. “Kau gugup?" Sahut Jae. “Kelihatan begitu ya?” “Iya—“ Jae menganggukan kepalanya, sambil memalingkan pandangannya dengan malu malu. “Aku hanya— sedang memikirkan apakah penampilanku terlihat baik sekarang, menurutmu apa riasanku terlalu mencolok, bagaimana dengan jas ini, norak ya?” “Tidak, Kau sangat cantik hari ini, Eum— maksudku kau—selalu cantik setiap saat— Jane..” Jawab gagap pria itu. “Seharusnya aku tidak usah meminta pendapatmu!” “Sungguh aku tidak bohong, kamu—memang — cantik...

DEAR || Part. 1

  Bayangan itu selalu saja datang tanpa permisi dalam lamunan, menjengkelkan sekali.  Jane yang terlihat mulai melelah membalikan badannya pasca sudut meja dan kursi pelanggan yang kotor ia bersihkan. Bak kayu lapuk yang merapuh, hampir saja Jane terkapar begitu tersandung nampan yang tidak sadar sudah ia jatuhkan. Tapi Jae, datang dan memeluknya dengan sigap. “Berhati hatilah, kau selalu seperti ini”Ujar Jae. “Oh— Jee, kau” Gadis ini tampak linglung. “Kau sedang tidak enak badan kah?” Sekali lagi, Jae menunjukkan perhatiannya dengan memastikan suhu dahi Jane. “Apa ini? Masih pagi buta begini harus banget pamer kemesraan disini?” Envil yang kala itu baru tiba langsung menyeletuk ,membuat dua sejoli yang merasa disudutkan segera membenari posisinya masing masing.  “Ada apa dengan penampilannya kali ini? Apa dia bermalam disini lagi” Dari belakang punggung Envil, Karina juga ikut menyinggung sambil menahan senyum gelinya. “Kenapa harus heran, bukannya Kak Jane memang selalu...

DEAR [Prolog]

“Katakanlah sesuatu, sebelum aku mengakhiri hidupnya hari ini” Pria berbadan besar, dengan percaya diri mengerahkan senjata pistol kearah kepala seorang pria muda berseragam sekolah yang tubuhnya telah terkapar lemah, akibat pukulan demi pukulan keras dari para pria jahat suruhan seseorang.  “Kumohon,  “—jangan lakukan itu!” Jawab gadis tersebut, dengan seluruh anggota tubuh yang terikat tali. “Kau telah membuang banyak waktuku, jadi kurasa sudah saatnya aku pulang kerumah..” “Lepaskan dia, dan bunuh saja aku!” Senjata itu kembali di fokuskan. Sambil tersenyum menyeringai ia sekali lagi. “Lakukanlah seperti yang aku inginkan, jika kau tidak ingin kehilangan anak ini, bukankah itu mudah!” Gadis itu terdiam sebentar sambil merengut kesal, terlihat dari wajahnya kalau ia sedang dibuat kebingungan juga ketakutan. “Aku tidak memberimu waktu untuk berfikir soal itu, jika kau tidak ingin melakukannya juga tidak apa apa. Itu pilihanmu”  Sedikit lagi saja, senjata itu di tekan, ha...